Langsung ke konten utama

Debar Kopdar the Series #TheDay

Ahad, 4 Maret 2018

Alarm yang aku setel jam setengah lima pagi sepertinya tak mempan, atau bisa jadi teman sekamarku yang mematikannya. Karena aku merasa ada yang mengguncang tubuhku, memanggil namaku beberapa kali sampai akhirnya aku membuka mata. Suara yang khas seperti anak kecil itu membangunkanku dan mengajakku untuk shalat subuh bersama. Ah sudah jam lima. Setelah kami semua berwudhu, kami menggelar satu selimut didepan kamar-kamar kami yang kami gunakan sebagai sajdah, karena hanya bunda Tita yang membawa sajdah itu pun dengan ukuran yang paling kecil. Seperti tadi malam, mba Hiday yang mengimami kami shalat berjamaah. 

Sesuai rencana tadi malam, kami berencana untuk berjalan-jalan di alun-alun kidul selepas subuh. Tadi malam kami merencanakan keberangkatan jalan-jalan pagi jam lima. Tapi pada kenyataannya, jam lima pula kami baru akan shalat subuh. Hal seperti ini memang sangat lumrah di Indonesia, apa yang lumrah? Jam karetnya itu lho :D 

Waktu sudah menunjukkan pukul enam kurang lebih, dan satu pesan suara mendarat di WAG Kopdar Jogja, dari mas Tian. Dia bertanya

"Ini pada jadi jalan-jalan engga?"

Dan setelah itu para akhwat mulai bersiap dan buru-burulah keluar dari penginapan. Karena sudah merasa semakin dekat, dan kulihat beliau semua yang ada disana sangat berbahagia, karena bertemu kawan lama yang sebelumnya belum pernah dijumpai juga sebenarnya, aktivitas menunggu itu banyak digunakan untuk berfoto bersama. Hmm, kenapa aku kembali merasa sendiri ...

Aku mengalihkan perhatianku pada Rafa, karena kulihat tiap-tiap dari angkatan sedang sibuk merajut rindu yang selama ini mereka tekuni sendiri dalam jarak yang tak dekat. Sedangkan aku, hanya seorang anak kemarin sore di ODOP, belum begitu banyak tahu dan mengenal beliau-beliau yang ada disini. Wajar ngga sih yang aku rasakan? 

Aku jadi teringat ketika sebuah list muncul di WAG ODOP Batch 5 bulan lalu, sebuah list untuk siapa saja yang akan menghadiri kopdar hari ini. Sampai hampir tiba hari terakhir pendaftaran pun aku masih enggan untuk menuliskan namaku dibawah deretan nama-nama yang aku tak yakin bisa mengenal dan mengakrabkan diri dengan cepat nantinya. Tapi, disinilah aku sekarang. Berada diantara mereka, dan alhamdulillah, tidak merasa rugi juga telah ada disini, aku hanya merasa sendiri. 

Alun-alun kidul cukup dekat dari penginapan, hanya berada diujung jalan ke arah kiri dari penginapan. Kami mulai berjalan, ku ajak Rafa berlari hingga ujung jalan itu. Setidaknya, aku bisa memompa semangat dan tidak lagi merasa sendiri karena Rafa adalah anak laki-laki yang periang. Kami mengitari alun-alun yang pagi ini dipenuh sesaki oleh para pedagang asongan yang menjajakan berbagai macam makanan tradisional, hingga makanan-makanan kekinian. Beberapa kali Kazumi merengek minta dibelikan balon atau gelembung sabun yang terus saja di sebarkan oleh sang penjual agar anak-anak terpikat dan menarik baju ibu-ibu mereka dan membawanya ke sang penjual sambil memasang wajah memelas tanda ingin dibelikan. 

Dan akhirnya bertemulah kami dengan badut yang menggunakan kostum Angry Bird. Angry Bird raksasa itu berhasil menarik perhatian ketiga krucil, Rafa, Valya dan Kazumi. Jadilah kami semua ikut berfoto mengabadikan moment jalan-jalan pagi itu.




Dilanjutkan dengan istirahat sejenak menyantap gandos, dan beberapa jepret foto lagi untuk dijadikan kenangan yang tak terlupakan. Dan dari jalan-jalan pagi ini, aku jadi banyak berbicara dengan mba Ciani, akhirnya aku merasa memiliki satu teman yang bisa aku gondeli.



Matahari mulai meninggi, kemudian kami memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk sarapan dan bersiap untuk memulai acara. Dan saat dalam perjalanan kembali, aku baru sadar bahwa mba Saki tidak ikut jalan-jalan bersama kami, dan saat memasuki gang menuju penginapan, aku melihat mba Saki, dan dia membawa seseorang bersamanya. Itu Iput? yang katanya paling berisik di ODOP Batch 3? :D Satu persatu odoper pun datang memeriahkan acara pagi ini. 

Sesampai di penginapan, kami segera sarapan dan bersiap-siap menuju serambi penginapan untuk acara inti Kopdar Jogja. Ah, akhirnya ...

to be continued ....

#OneDayOnePost #ODOPBatch5 #SeventhChallenge #DebarKopdarthe Series #EpisodeDelapan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih Tetap yang Terbaik

      Pagi itu Risa bersiap menuju suatu tempat. Sebulan yang lalu Risa mendapat sebuah  pesan di gawainya dari seorang kawan lama, seseorang yang diam-diam telah memenjarakan hatinya dalam sosok arif dan penuh wibawa. Sudah lima tahun lamanya Risa tidak bersua dengan temannya ini. Jimmy, seorang kawan seperjuangan dalam sebuah rimba pendidikan di Universitas swasta ternama di daerah Semarang. Berawal dari diskusi konyol tentang film-film anime favorit yang tak sengaja mempunyai kesamaan, mengalirlah hubungan pertemanan itu pada diskusi-diskusi serius berkenaan dengan materi-meteri di kampus. Keduanya memiliki kecocokan dalam berdiskusi, Risa yang mempunyai rasa ingin tahu tinggi dan Jimmy yang mempunyai banyak bekal pengetahuan karena hobby membacanya, adalah kolaborasi yang pas. Saat masa kuliah, banyak teman yang mengira bahwa Risa dan Jimmy mempunyai hubungan khusus, padahal pada kenyataannya tidak. Memang benar jika Risa menyukai Jimmy sejak mereka mulai dekat, ...

Debar Kopdar the Series #KopdarODOPBagianPertama

Detik-detik proklamasi akan segera diteriakkan lantang, sehingga para penjajah yang mendengar dari lautan, udara dan daratan akan gentar dan berbalik, lari terbirit ke kampung halaman mereka. Eh, salah redaksi, itu nanti buat cerita lain yang bakal aku tulis, maaf keceplosan :D Padahal aslinya mau nulis detik-detik acara inti kopdar akan segera dimulai, kami semua telah siap, bersiap di serambi penginapan. Gamis, rok, dan baju penuh warna bagaikan ikut serta merasakan kemeriahan pagi ini. Aku? Tentu saja aku menggunakan gaun ungu kebanggaanku. Entah kenapa aku merasa hariku akan lebih baik, dan selalu menjadi baik ketika aku mengenakan busana berwarna ungu. Yep, ini hanya sebuah sugesti, aslinya ya memang suka aja pake busana warna ungu, hihi. Majelis pagi ini lebih meriah dari semalam, karena selain Iput, datang juga mba Leska dari ODOP 5, teman angkatanku, ada om Wakhid Syamsudin alias om Suden dari ODOP 4, ada mba Widyanua dari ODOP 4, ada mba Tia dari ODOP 4 pula, dan aku ...