Terkesan bertele-tele memang, tapi hanya ini yang bisa kulakukan untuk memperpanjang cerita dalam banyaknya diamku selama perjalanan hingga kembali ke Semarang. Beberapa cerita temu kangen dari ODOPers senior yang kemarin hadir pada acara Kopdar Jogja sudah kujelajahi. Cerita beliau-beliau keren, tidak sepertiku yang ala kadarnya, monotone, tapi bagaimanapun aku harus berhasil melalui tantangan ini dengan baik. Bismillah, bi idznillah, insya Allah aku akan tuntaskan tantangan ini.
***
Solo, 3 Maret 2018
Terminal Tirtonadi, Solo.
Siang itu kami berdua turun dari bus, mengikuti petunjuk yang diberikan oleh mbak Ciani dari jarak jauh. Melalu gawai mas Rauf, mbak Ciani memantau arah perjalanan kami dan selalu memberi tahu kemana dan bagaimana kami bisa dengan selamat sampai ditujuan kami, yaitu Jogja. Sekitar pukul dua belas kami sampai di terminal, langsung saja kami melangkah memasuki terminal Tirtonadi yang luas dan bersih itu, berbeda jauh memang dengan terminal yang ada di kota kelahiranku. Terminal Terboyo sangat semrawut, bahkan rawan kejahatan. Semoga suatu hari nanti terminal Terboyo bisa sebagus dan senyaman terminal kota Santun ini.
Tujuan pertama kami saat sampai di terminal adalah masjid. Sudah masuk waktu shalat Dzuhr, sebaiknya kami shalat dahulu kemudian melanjutkan perjalanan kami bukan? Daripada perjalanan membawa beban dan jadi tidak tenang karena masih mempunyai tanggungan shalat, toh terminal ini mempunyai fasilitas masjid yang baik, percuma jika dilewatkan. Selepas shalat kami membeli dua tiket Pramex. Ini adalah pengalaman pertamaku, diatas tiket itu tertuliskan. Sedikit sangsi dengan apa yang tertuliskan diatas secarik kertas itu,
"TANPA_TMP_DUDUK"
Hey, what does it mean? Jadi aku harus berdiri selama kurang lebih satu jam karena tidak ada jatah tempat duduk nantinya? Oke, baiklah, aku mengerti, kakiku masih kuat kok. Karena ini adalah pertama kalinya bagi kami, kami membeli tiket itu sedangkan kereta akan segera berangkat dalam setengah jam. Berjalan diatas sky bridge yang untuk pertama kalinya juga bagi kami, kami tidak pernah tahu bahwa jembatan yang menghubungkan antara terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan Solo itu ternyata sejauh ini. Setiap hampir sampai di tikungan jembatan, kami mengira akan segera sampai, tapi ternyata membutuhkan beberapa belokan tikungan yang sangat panjang dan jauh untuk bisa sampai di stasiun. Fyuuhh, lumayan jauh juga. Sisa waktu setengah jam itu hampir saja kami habiskan untuk berjalan di sky bridge. Dan pukul 13:53, tujuh menit sebelum keberangkatan kereta kami sampai di stasiun Balapan Solo.
"Akhirnyaaa ... aku bisa meluruskan sejenak kakiku yang rasanya telah terlolosi tulang-tulangnya."
Aku pun masuk ke kereta Pramex, mengedarkan pandanganku kira-kira bangku mana yang kosong agar aku bisa duduk disana. Dan benar saja, ternyata tiket itu tidak bercanda. Aku tidak kebagian bangku untuk beristirahat dari lari-lari kecil di sky bridge barusan. Berdirilah aku selama 1 jam 15 menit hingga di stasiun Tugu ....
to be continued ....
#OneDayOnePost #ODOPBatch5 #SeventhChallenge #DebarKopdartheSeries #4

Komentar
Posting Komentar