Pagi itu Risa bersiap menuju suatu tempat. Sebulan yang lalu Risa mendapat sebuah pesan di gawainya dari seorang kawan lama, seseorang yang diam-diam telah memenjarakan hatinya dalam sosok arif dan penuh wibawa. Sudah lima tahun lamanya Risa tidak bersua dengan temannya ini. Jimmy, seorang kawan seperjuangan dalam sebuah rimba pendidikan di Universitas swasta ternama di daerah Semarang. Berawal dari diskusi konyol tentang film-film anime favorit yang tak sengaja mempunyai kesamaan, mengalirlah hubungan pertemanan itu pada diskusi-diskusi serius berkenaan dengan materi-meteri di kampus. Keduanya memiliki kecocokan dalam berdiskusi, Risa yang mempunyai rasa ingin tahu tinggi dan Jimmy yang mempunyai banyak bekal pengetahuan karena hobby membacanya, adalah kolaborasi yang pas. Saat masa kuliah, banyak teman yang mengira bahwa Risa dan Jimmy mempunyai hubungan khusus, padahal pada kenyataannya tidak. Memang benar jika Risa menyukai Jimmy sejak mereka mulai dekat, ...
Setelah berpamitan, berjabat tangan dan saling bertukar ciuman di pipi dengan para akhwat, aku yang akhirnya memutuskan untuk pulang besok Senin, karena ngga mungkin berani juga pulang siang itu sendirian karena mas Rauf ternyata ingin lebih berlama berada di Jogja rupanya, jadilah aku manut , dan mengikuti rencana dadakan yang dia adakan. Rencana pertama, aku dan mas Rauf akan ikut bunda Tita dan mba Mab yang keberangkatan keretanya masih nanti malam. Entahlah setelah itu akan bagaiaman, yang jelas, kita berdua nginthil aja gitu kayak itik ngekor induknya. Setelah mobil grab yang bunda Tita pesan datang, Aku, Bunda Tita, mba Mab, Valya dan mas Rauf segera masuk dan memasukkan barang-barang bawaan kami kedalam mobil. Mas Rauf duduk disamping pak kusir yang sedang bekerja, lah, kok jadi nyanyi :D Bukan, kita kan naik mobil, bukan naik delman istimewa, mas Rauf karena laki-laki sendiri, dia duduk didepan disamping bapak supir yang ramah, ya jelas saja, ini kan Jogja, terkena...