Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Masih Tetap yang Terbaik

      Pagi itu Risa bersiap menuju suatu tempat. Sebulan yang lalu Risa mendapat sebuah  pesan di gawainya dari seorang kawan lama, seseorang yang diam-diam telah memenjarakan hatinya dalam sosok arif dan penuh wibawa. Sudah lima tahun lamanya Risa tidak bersua dengan temannya ini. Jimmy, seorang kawan seperjuangan dalam sebuah rimba pendidikan di Universitas swasta ternama di daerah Semarang. Berawal dari diskusi konyol tentang film-film anime favorit yang tak sengaja mempunyai kesamaan, mengalirlah hubungan pertemanan itu pada diskusi-diskusi serius berkenaan dengan materi-meteri di kampus. Keduanya memiliki kecocokan dalam berdiskusi, Risa yang mempunyai rasa ingin tahu tinggi dan Jimmy yang mempunyai banyak bekal pengetahuan karena hobby membacanya, adalah kolaborasi yang pas. Saat masa kuliah, banyak teman yang mengira bahwa Risa dan Jimmy mempunyai hubungan khusus, padahal pada kenyataannya tidak. Memang benar jika Risa menyukai Jimmy sejak mereka mulai dekat, ...

Debar Kopdar the Series #GoingHome

Setelah berpamitan, berjabat tangan dan saling bertukar ciuman di pipi dengan para akhwat, aku yang akhirnya memutuskan untuk pulang besok Senin, karena ngga mungkin berani juga pulang siang itu sendirian karena mas Rauf ternyata ingin lebih berlama berada di Jogja rupanya, jadilah aku manut , dan mengikuti rencana dadakan yang dia adakan. Rencana pertama, aku dan mas Rauf akan ikut bunda Tita dan mba Mab yang keberangkatan keretanya masih nanti malam. Entahlah setelah itu akan bagaiaman, yang jelas, kita berdua nginthil   aja gitu kayak itik ngekor induknya. Setelah mobil grab yang bunda Tita pesan datang, Aku, Bunda Tita, mba Mab, Valya dan mas Rauf segera masuk dan memasukkan barang-barang bawaan kami kedalam mobil. Mas Rauf duduk disamping pak kusir yang sedang bekerja, lah, kok jadi nyanyi :D Bukan, kita kan naik mobil, bukan naik delman istimewa, mas Rauf karena laki-laki sendiri, dia duduk didepan disamping bapak supir yang ramah, ya jelas saja, ini kan Jogja, terkena...

Debar Kopdar the Series #KopdarODOPBagianPertama

Detik-detik proklamasi akan segera diteriakkan lantang, sehingga para penjajah yang mendengar dari lautan, udara dan daratan akan gentar dan berbalik, lari terbirit ke kampung halaman mereka. Eh, salah redaksi, itu nanti buat cerita lain yang bakal aku tulis, maaf keceplosan :D Padahal aslinya mau nulis detik-detik acara inti kopdar akan segera dimulai, kami semua telah siap, bersiap di serambi penginapan. Gamis, rok, dan baju penuh warna bagaikan ikut serta merasakan kemeriahan pagi ini. Aku? Tentu saja aku menggunakan gaun ungu kebanggaanku. Entah kenapa aku merasa hariku akan lebih baik, dan selalu menjadi baik ketika aku mengenakan busana berwarna ungu. Yep, ini hanya sebuah sugesti, aslinya ya memang suka aja pake busana warna ungu, hihi. Majelis pagi ini lebih meriah dari semalam, karena selain Iput, datang juga mba Leska dari ODOP 5, teman angkatanku, ada om Wakhid Syamsudin alias om Suden dari ODOP 4, ada mba Widyanua dari ODOP 4, ada mba Tia dari ODOP 4 pula, dan aku ...

Debar Kopdar the Series #TheDay

Ahad, 4 Maret 2018 Alarm yang aku setel jam setengah lima pagi sepertinya tak mempan, atau bisa jadi teman sekamarku yang mematikannya. Karena aku merasa ada yang mengguncang tubuhku, memanggil namaku beberapa kali sampai akhirnya aku membuka mata. Suara yang khas seperti anak kecil itu membangunkanku dan mengajakku untuk shalat subuh bersama. Ah sudah jam lima. Setelah kami semua berwudhu, kami menggelar satu selimut didepan kamar-kamar kami yang kami gunakan sebagai sajdah , karena hanya bunda Tita yang membawa sajdah itu pun dengan ukuran yang paling kecil. Seperti tadi malam, mba Hiday yang mengimami kami shalat berjamaah.  Sesuai rencana tadi malam, kami berencana untuk berjalan-jalan di alun-alun kidul selepas subuh. Tadi malam kami merencanakan keberangkatan jalan-jalan pagi jam lima. Tapi pada kenyataannya, jam lima pula kami baru akan shalat subuh. Hal seperti ini memang sangat lumrah di Indonesia, apa yang lumrah? Jam karetnya itu lho :D  Waktu sudah menu...

Debar Kopdar the Series #TheOpening

Sabtu, 3 Maret 2018 Ada sedikit perubahan run down   malam itu, setelah hasil musyawarah, kami membatalkan acara yang seharusnya diadakan di kafe Basabasi, dan lebih memanfaatkan waktu untuk mengakrabkan satu sama lain di penginapan saja. Seharusnya makrab harus bisa dilaksanakan selepas Isya', akan tetapi para rombongan pemuda tak kunjung pulang dari alun-alun, memang laki-laki itu selalu seperti itu kan, tidak merasa kalu ditunggu, hahay. Bukan segera pulang, mereka justru membombardir WAG kopdar dengan foto-foto mereka. Inilah wajah para tersangka itu :D Mendekati Isya' , rumah singgah khusus putri kembali dihebohkan dengan kedatangan satu member lagi, kudengar namanya mba Ciani. Nama yang lucu, selucu orangnya. Mba Ciani mempunyai suara yang cempreng seperti anak kecil, dan saat bertemu dengan anak kecil, sifat kekanakannya akan semakin menjadi pula, hmmm gemes pokonya. Karena hanya kamar yang aku tempati yang masih mempunyai sisa ranjang, segera saja mba Ciani ...

Debar Kopdar the Series #LittleAngle

Setelah kami semua, aku, mba Mab, mba Nova, bunda Tita, dan Mas Rauf selesai shalat Ashr, mba Nova segera memesan Grab untuk mengantarkan kami ke penginapan yang berlokasi di Langenastran Kidul. Perempuan dalam tempurung ini sudah tidak takut lagi, aku mendapatkan sebuah tangan untuk digenggam. Tangan itu milik seorang anak laki-laki yang tampan, dia adalah Rafa, anak mba Nova.  Rafa anak laki-laki yang ceria, pandai bergaul, dan energik. Sangat mudah membuat anak laki-laki itu tersenyum kepadaku, dan hal itu membuatku nyaman. Seandainya tidak ada tangan kecilnya, mungkin aku akan masih merasa keseipian dan segera ingin kembali ke tempurungku. Sedikit yang kutahu tentang Rafa, dia senang bermain dan mempunyai banyak koleksi mainan dirumahnya. "Aku bawa robot transformer sama mobil satu," tuturnya kepadaku setelah aku mengarahkan pembicaraan pada robot mainan. Sama seperti adik laki-lakiku ketika masih kanak-kanak, Rafa memainkan robot-robot itu bertarung satu sama lain,...

Debar Kopdar the Series #StasiunTugu

Sepur Pramex Jurusan Solo-Jogja 14:00 WIB Aku berada di gerbong yang mempunyai tanda female di samping pintu masuknya, berarti ini gerbong khusus wanita. Masuk di gerbong pertama aku menghentikan langkah, disamping tidak tahu harus mencari atau berhenti di gerbong ini, aku lebih yakin pada pilihan pertama, meski gerbong ini sudah penuh saat aku datang,  "Paling juga akan penuh seperti ini semua di gerbong-gerbong yang lain, lagi pula aku sudah lelah  dan malas untuk berdesak-desakkan mencari bangku mana yang masih bisa diduduki, biar aku berdiri saja." Pikirku. Saat kereta sudah mulai berjalan, semua penumpang yang berdiri bersamaku seketika duduk di lantai kereta, di menit pertama mereka tengah asyik berselancar pada masing-masing gawai, kemudian setelah belasan menit berjalan, beberapa mulai memperhatikanku,  " Kenapa dia tidak duduk saja di lantai daripada capai berdiri seperti itu?" Begitulah aku mengartikan bahasa tatapan mata mereka. Benar, a...

Debar Kopdar the Series #TerminalTirtonadi

Terkesan bertele-tele memang, tapi hanya ini yang bisa kulakukan untuk memperpanjang cerita dalam banyaknya diamku selama perjalanan hingga kembali ke Semarang. Beberapa cerita temu kangen dari ODOPers senior yang kemarin hadir pada acara Kopdar Jogja sudah kujelajahi. Cerita beliau-beliau keren, tidak sepertiku yang ala kadarnya, monotone, tapi bagaimanapun aku harus berhasil melalui tantangan ini dengan baik. Bismillah, bi idznillah, insya Allah aku akan tuntaskan tantangan ini. *** Solo, 3 Maret 2018 Terminal Tirtonadi, Solo. Siang itu kami berdua turun dari bus, mengikuti petunjuk yang diberikan oleh mbak Ciani dari jarak jauh. Melalu gawai mas Rauf, mbak Ciani memantau arah perjalanan kami dan selalu memberi tahu kemana dan bagaimana kami bisa dengan selamat sampai ditujuan kami, yaitu Jogja. Sekitar pukul dua belas kami sampai di terminal, langsung saja kami melangkah memasuki terminal Tirtonadi yang luas dan bersih itu, berbeda jauh memang dengan terminal yang ada...

Debar Kopdar the Series #SemarangSolo

Semarang, 3 Maret 2018 08:33 Aku beberapa kali berjalan berjinjit pagi itu, aspal didepan rumah masih basah, genangan-genangan itu sudah membuka lebar mulutnya untuk menangkap basah sepatuku, hap, aku meloncat ke jalan yang tak bergenangan. Kumohon genangan, hari ini aku tidak sedang ingin bermain-main bersama kalian, hari ini aku kenangan, bukan genangan.  Aku ingin sekali  merajut ribuan meter kenangan. Sepertinya menyenangkan, tapi tetap saja, tak ada yang lebih membuat perempuan ini lebih senang dari apapun di dunia kecuali tempurungnya. Sudah, lupakan tempurungmu untuk hari ini saja, kumohon. Aku berangkat dari Genuk menumpang seorang bapak-bapak bermobil oranye, baik sekali bapak itu mau mengantar aku sampai depan RSI Sultan Agung, rumah sakit yang masih satu yayasan dengan kampus tempat aku menimba ilmu.  "Kiri, pak." kataku sembari memberikan dua lembar uang dua ribuan kepadanya. Terima kasih bapak tukang angkot, berkat bapak aku bisa sampai disini....

Debar Kopdar the Series #Tomorrow

Semarang, 1 Maret 2018 H-2 kopdar. Debar makin menggelegar. Hampir satu minggu tidurku tak nyenyak. Sebentar terbangun, sebentar tertidur, banyak resahnya, makin kuat rindunya. Sebelum tidur aku selalu membuka grup yang diberi nama  Kopdar Jogja #1 2018  sambil melihat satu persatu foto member yang ada, debarku semakin menjadi ketika memandang setiap foto yang menunjukkan wajah sang pemilik nomor dengan jelas,  " Ini baru gambaran dua dimensi nik, dalam hitungan hari mereka akan nyata, sosok mereka akan tepat berada didepan mata. Mereka bukan lagi sekedar teks-teks  chatting  yang maya. Yang aksen, logat dan suaranya tak pernah bisa kamu terka. " Begitu aku menimang-nimang diriku sendiri dalam jeda lamunan pengantar tidur. Dan alhasil, itulah yang membuat malam-malam menjelang kopdarku semakin berdebar.  Kamis siang itu kuliah pertamaku selesai  qobla dzuhr,  dan mata kuliah kedua masih akan dilaksanakan selepas shalat  ashr. Thursd...

Debar Kopdar the Series #AnInvitation

Semarang, 23 Februari 2018 "Ikut kopdar akbar?", Satu pesan mendarat di handphone- ku . Sejenak aku kembali berpikir, untuk mengulang lagi keputusan yang kubuat untuk menghadiri acara itu. Apa yang bisa dilakukan dan dikatakan perempuan dalam tempurung ini kepada orang-orang yang dirinduinya tapi rasa takut pada pertemuan itu lebih besar dan begitu seram menghantui malam-malamnya? Aku memutar kembali, berdiskusi dengan hati dan pikiranku mencoba mendamaikan keduanya agar segera memutuskan apa yang harus aku kirimkan sebagai jawaban. "Pengenn." Jawabku singkat, kutambahkan satu lagi "n " agar sang penerima pesan merasa bahwa aku sangat ingin menghadiri acara itu, padahal diskusi panjang hati dan pikiran perempuan dalam tempurung ini masih bersitegang, belum menunjukkan tanda-tanda perdamaian. "Ayo. Mau bareng kagak ?". Beberapa detik kemudian ia membalas.  Ya Allah, akhirnya dia menawariku untuk berangkat bersamanya. Kalian tahu? Kel...